![]() |
| Anjing | NICTOpedia |
NICTOpedia
Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan hewan. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies, yang termasuk dalam keluarga Rhabdoviridae dan genus Lyssavirus. Rabies umumnya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, terutama anjing, kucing, rubah, rakun, dan kelelawar.
Berikut adalah penjelasan lengkap tentang rabies, termasuk penyebab, gejala, diagnosis, pengobatan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil:
1. Penyebab Rabies:
Rabies disebabkan oleh virus rabies yang dapat ditemukan dalam saliva hewan yang terinfeksi. Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui luka gigitan atau luka terbuka lainnya yang terpapar dengan saliva terinfeksi. Jarang, virus ini juga dapat ditularkan melalui kontak dengan luka terbuka atau selaput lendir dengan saliva terinfeksi.
2. Gejala Rabies:
Gejala rabies umumnya muncul dalam waktu 1-3 bulan setelah paparan virus, tetapi masa inkubasi bisa berkisar antara beberapa hari hingga beberapa tahun. Tahap gejala rabies dibagi menjadi tiga:
- Tahap prodromal: Gejala awal termasuk demam, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.
- Tahap akut: Gejala ini meliputi kecemasan, kegelisahan, insomnia, kesulitan menelan, ketakutan air (hidrofobia), kesulitan bernapas, kejang, dan halusinasi.
- Tahap paralitik: Pada tahap ini, otot-otot menjadi lumpuh, dan penderitanya dapat mengalami koma dan meninggal.
3. Diagnosis Rabies:
Diagnosis rabies pada manusia didasarkan pada riwayat paparan hewan yang terinfeksi, gejala yang muncul, serta tes laboratorium yang mendeteksi keberadaan virus rabies atau antibodi terhadap virus tersebut. Tes laboratorium meliputi uji imunofluoresensi langsung (direct immunofluorescence assay/DFA) pada sampel jaringan otak dan sumsum tulang belakang yang diambil setelah kematian.
4. Pengobatan Rabies:
Sayangnya, belum ada pengobatan yang efektif untuk rabies setelah gejala muncul. Oleh karena itu, pencegahan merupakan kunci utama dalam penanggulangan penyakit ini. Jika terjadi paparan pada seseorang, segera mencuci luka dengan sabun dan air selama 15 menit, dan segera berkonsultasi dengan profesional medis.
5. Pencegahan Rabies:
- Vaksinasi hewan: Vaksinasi hewan peliharaan seperti anjing dan kucing sangat penting untuk mencegah penularan rabies dari hewan ke manusia. Periksakan hewan peliharaan secara teratur ke dokter hewan dan pastikan mereka mendapatkan vaksinasi yang diperlukan.

Komentar
Posting Komentar